Postingan kali ini adalah soal kentut.!!
Kenapa sih kentut saja di permasalahkan.?
Jangan sepelekan kentut karena dibalik kentut ada
fakta unik yang menarik, intip yuukk..
Banyak orang berlama-lama menahan kentut karena malu diledek teman-teman di sekitarnya. Padahal kentut itu menyehatkan. Kalau merasa malu baunya menganggu orang lain, ada baiknya tak perlu ditahan, tapi cukup menyingkir di tempat sepi, dan kemudian, “Tuuuuuutt...!” Lega bukan?
Asal tahu saja, kentut itu sehat karena menandakan sistem
pencernaan dan usus berfungsi normal.
Meski demikian, kalau kentutnya keseringan, ini juga
menandakan ketidakberesan yang harus segera diberesi. Terlalu sering kentut
isyarat gangguan di sistem pencernaan.
Frekuensi buang angin sekitar 14 kali dalam sehari
masih dianggap normal. Tapi lebih dari itu, sudah tak normal dan berarti ada
ketidakberesan. Sedangkan volume angin yang diproduksi setiap individu dalam
kondisi normal diperkirakan bervariasi antara 400-1600 ml per hari.
Tentunya anda pernah mendengar seseorang harus
menjalani operasi hanya karena tidak bisa kentut! Perkara perkentutan saja
ternyata bisa sangat merepotkan yaa, maka dari itu jangan malu untuk
mengeluarkan kentut anda..
Lalu darimana datangnya kentut.?
Kenapa kentut mengeluarkan bunyi yang nyaring.?
Mengapa kentut berbau busuk.?
Daripada pusing bertanya, mari kita simak ulasan di
bawah ini :
Seperti kita ketahui, proses pencernaan dan penyerapan
makanan terjadi di usus halus. Makanan yang tidak bisa dicerna dan diserap
tubuh akan dibuang ke usus besar (kolon). Sisa-sisa makanan yang ada dalam usus
besar ini merupakan makanan bagi bakteri penghuni usus.
Di dalam usus besar ini pula terjadi proses fermentasi
yang antara lain memmbentuk sejumlah gas. Mengacu pada proses tersebut, bisa
dimaklumi bila jenis makanan yang dikonsumsi menentukan produksi gas dalam
usus. Semakin banyak seseorang mengkonsumsi jenis makanan yang tidak dapat
dicerna, semakin meningkat pula proses fermentasi oleh bakteri. Akibatnya,
produksi gas pun mengalami peningkatan.
Jenis gas yang diproduksi dalam usus antara lain CO2,
H2S, dan Metan.
Maka dari itu kentut besifat Asam, karena mengandung
karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S).
Kendati ada pula sumber gas dalam usus yang berasal
dari udara luar, seperti nitrogen, dan oksigen. Udara luar ini dapat ikut
tertelan akibat aktivitas makan yang tidak benar. Yakni kebiasaan mengunyah
permen karet atau pemasangan gigi palsu yang kurang tepat, dan semacamnya.
Belum tentu kentut itu baunya minta ampun. Angin yang satu ini bisa menjadi bau
akibat adanya proses pembentukan dan metabolisme bakteri di usus besar. Bau tak
sedap yang mungkin bisa timbul juga dapat berupa bau asam akibat mengonsumsi
makanan yang tidak sesuai dengan organ pencernaan. Selain itu, makanan yang
berbau tajam, seperti petai, durian, nangka dan cemledak juga dapat menyebabkan
kentut berbau.
Bau kentut yang busuk tercipta karena kandungan
hidrogen sulfida & merkaptan.
Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin
banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida &
merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut & makin busuklah kentut anda.
Bunyi dari kentut berasal dari adanya vibrasi /
getaran lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada
kecepatan gas dan diameter lubang anus anda.
Biasanya kentut yang busuk itu hangat & tidak
bersuara, kenapa bisa seperti itu ?
Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi
bakteri & proses pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas
busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat & jenuh dengan produk
metabolisme bakteri yg berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya
kecil volumenya, tapi SBD (Silent But Deadly) wow..
Apakah sempat terpikirkan oleh anda mengapa kentut
keluarnya lewat dubur tidak lewat atas.?
Mari kita mengingat pelajaran SMA, Gerak peristaltik
usus mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah.
Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa
isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak kekawasan yg bertekanan lebih rendah,
yaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil
bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung
gas akan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yg
rumit & berbeit-belit.
Bayangkan kalo kentut keluar dari lubang hidung, anda
pasti akan pusing bahkan pingsan karena kentut mengandung sedikit oksigen.
Waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan
perjalanan kehidung orang lain tergantung dengan kondisi udara, seperti kelembaban,
suhu,kecepatan & arah angin, berat molekul gas kentut, jarak antara
'transmitter' dengan 'receiver'. Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut
menyebar konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa
detik, berarti mengalami pengenceran di udara & hilang ditelan udara
selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, mobil,
konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lama
sampai akhirnya diserap dinding.
Ada 9 hal yang bisa memicu seseorang terlalu sering
kentut.
1. Naik Pesawat
Saat berada
di lingkungan bertekanan udara rendah. Gas yang terperangkap dalam tubuh akan
terdorong keluar sehingga anda cenderung ingin kentut.
2. Gigi palsu yang dipasang tidak benar
Jika anda
punya gigi palsu tapi pemasangannya kurang pas, maka akan banyak udara yang
terjebak di sela-sela gigi. Lalu ketika menelan, udara akan ikut masuk ke dalam
tubuh dan memungkinkan terjadinya kentut.
3. Anoreksia
Ketika tidak
ada makanan yang masuk ke dalam perut, lama kelamaan usus bisa mengecil. Tak
hanya gas yang terperangkap di dalamnya, tapi juga bakteri. Alhasil, orang
anoreksia cenderung mengeluarkan gas (kentut) yang bau.
4. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan
mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna tubuh. Gula tsb (raffinose,
stachiose, erbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung berpesta
pora & membuat banyak gas. Jagung, paprika, kubis, kembang kol, susu juga
penyebab banyak kentut (bukan baunya!).
5. Telur & daging
Seperti yang
kita tahu, daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau
kentut orang yang banyak memakan daging dan telur akan lebih busuk.
6. Makan Permen Karet
Semakin
banyak mengunyah permen karet, semaki banyak pula gas yang berada di mulut.
Selain itu pemanis buatan yang ada di permen karet biasanya sulit dicerna tubuh
sehingga menimbulkan gas.
7. Mengisap Ganja
Sama halnya
dengan mengunyah permen karet, mengisap ganja juga memicu kentut karena
banyaknya udara yang masuk melalui kegiatan inhalasi.
8. Minum Bir
Bir bisa
memicu pengeluarang gas dari 3 faktor, yaitu air, karbonasi dan alkohol.
9. Kanker
Punya
penyakit kanker, terutama kanker perut dan usus besar biasanya bisa menyebabkan
pengeluarang gas atau kentut terus-menerus.
10.
Konstipasi
(Sembelit)
Meskipun terjadi penghambatan akibat
konstipasi, tapi gas akan selalu mencari cara untuk keluar. Akan ada ruang
kecil untuk gas keluar dari perut dan baunya akan lebih menyengat.
Apakah anda sering menahan kentut.? Jika ya, lalu
Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan ?
Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena
bocor..Tapi bermigrasi ke bagian atas menuju usus & pada gilirannya akan
keluar juga. Prinsipnya seperti tinja, jadi
bukan lenyap, tapi hanya mengalami penundaan.
Mungkin anda pernah dengar kentut bisa terbakar ?
jawabannya YA.
Kentut mengandung metana, hidrogen yang combustible
(gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna
biru karena kandungan unsur hidrogen, jadi kalo mau kentut jangan dekat- dekat
api yaa, salah-salah pantatnya juga ikut terbakar, hahahaa.
Bagaimana menarik kan mempelajari
fakta unik tentang Kentut.?
Sekian fakta unik tentang kentut, dan ikuti
terus fakta unik lainya.
Semoga bermanfaat dan dapat menjadi
referensi bagi temen-temen sekalian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar